Pages

Minggu, 02 Mei 2010

Inderaku Buta

Dan kau pun tahu bahwa aku punya dua bola mata yang melirik kesini-kesana untuk mendeteksi warna pelangi.

Tapi di antaranya tak ada spektrum warnamu yang sampai di retina mata.

Lalu bagaimana bisa aku menyadari bahwa sebenarnya kau juga punya warna secantik pelangi?


Dan kau pun tahu bahwa hidungku mampu mendeteksi beratus bau. Dari sampah sampai bau parfum impor.

Namun tak ada satu pun bau kukumu yang lekat bulbus olfaktoriku

Lalu bagaimana akan kusadari kedatanganmu?


Dan kau pun tahu bahwa aku punya dua telinga yang sanggup menangkap  frekuensi gelombang bunyi 20-20.000Hz.

Kau ada di antaranya tapi mengapa tak jua kudengar getaran pita suaramu?

Lalu bagaimana aku bisa tahu kalau kau sebenarnya berkata manis dan berpuisi untukku?


Dan kau pun tahu aku punya lidah dengan sejuta papila pengecapnya. Manis asin pahit masam. Sanggup ku kecap. Tapi tidak untukmu. Karena aku tak mungkin menjilatmu.


Dan kau pun tahu aku punya berlapis kulit yang membungkus organ-organku agar tak tercecer.

Dan di antaranya terselip ujung syaraf yang mampu merasakan sentuhan selembut apapun.

Tapi mengapa bahkan saat kau menyayat kulitku, tak ada sakit yang kurasakan?


Sedemikian maya kah dirimu? Hingga inderaku yang tak buta hanya benak ini. Yang sanggup membayangkanmu lebih dari seribu satu malam tanpa mati. 


Januari-Februari 2010

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

 

(c)2009 This is my ATMOSFREE. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger