hanya sekedar pelepas emosi saat aku jadi perempuan......
berada dalam tempat yang sama dan di tempat yang sama ternyata belum bisa disebut bersama.
berjalan di setapak yang sama pun ternyata punya tapak yang berbeda.
mendengarkan suara yang serupa pun bisa menyerap frekuensi makna yang berbeda.
lalu apakah arti dari kita bersanding selama ini jika tak saling mendukung, tak saling berbagi rasa agar bisa benar-benar mengerti satu sama lain.
selama ini terlalu banyak kata yang diumbar dalam kalimat yang sama, tapi jika berbeda suasana saat membaca dan mendengarnya juga sama saja punya arti yang berbeda.
berhentilah mengumbar sesuatu yang tak bisa kau penuhi, terima dirimu apa adanya, aku tahu kau memang tak senantiasa ada sepertii yang aku inginkan. tapi memang kamu adalah kamu. yang tak akan aku ubah, tak akan aku paksa, karena sejatinya kamu memang seperti itu.
kau bilang ingin ini ingin itu untukku, tapi sadarlah dirimu bukan Doraemon yang punya pintu kemana saja hingga bisa menemaniku tiapa saat, yang punya kantong ajaib hingga bisa mengeluarkan benda-benda yang aku inginkan.
aku tak minta ijin pada dirimu untuk menerimamu apa adanya, tapi aku akan meminta diriku sendiri untuk menerimamu apa adanya, karena memang kau juga bisa menerima segala ketidakpengertianku.
kau bilang dirimu tidak ini, tidak itu. ya memang dirimu seperti itu, mau bagaimana lagi.
kalau memang dirimu yang seperti itu, maka diriku yang akan menyesuaikan, mengganti frekuensi agar bisa sama denganmu.
terma kasih telah memberiku pelajaran tentang namanya mengerti.mencoba memahami,meski aku telalu sering kekanakkan. tak bisa memegang kata-kataku sendiri yang berjanji tak akan menuntutmu macam-macam. aku juga perempuan, yang wajar apabila bersikap seperti ini. perempuan yang punya kantong air mata yang lebih cepat bersekresi daripada milik kaum kromosom XY.
aku malu tiap marah-marah padamu, kamu juga milik orang lain, bahkan mereka lebih memilikimu daripada aku. jadi untuk apa aku marah-marah, aku lebih bahagia kamu menjadi dirmu sendiri.
I'm so sorry. tak usah kau gubris omelanku, karena kamu adalah kamu. dan itu cukup. :)